Ternyata Bukan Hanya Pizza Huts, Ada 4 Kata Lagi Yang Salah Ketik, Kenapa Ahok Tak Mempermasalahkan?


Persoalan salah nama, tempat bekerja saksi dari Jaksa Penuntut Umum terdakwa Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus penistaan agama, dari yang seharusnya tertulis Pizza Huts, menjadi “fitsa hats“.

Hal ini dianggap oleh Ahok dan pendukungnya, jika Novel Chaidir Hasan Bamukmin, yang menjadi saksi dalam persidangan, adalah hal yang sangat memalukan, karena Novel dianggap malu karena pernah di Pizza Huts salah satu restoran makanan siap saji, dari Amerika, karena yang bersangkutan sudah menjadi anggota FPI.

Hal ini justru dipertanyakan oleh netizen, karena tuduhan dari Ahok dan pendukungnya, jika Novel malu, hingga nama Pizza Huts dirubah tulisannya. Menurut netizen, pernyataan Ahok yang didukung oleh pendukungnya, yang biasa di sebut oleh netizen “Ahokers”, salah alamat.

Netizen mengingatkan kepada Ahok dan Ahokers jika pembuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Novel, dibuat dan diketik oleh penyidik polisi, bukan oleh Novel sendiri. Jadi tuduhan jika Novel sengaja menulis atau mengetik nama Pizza Huts menjadi fitsa huts, salah alamat.

Akibatnya, sebuah tagar atau hastag #BasukiKeselekFitsaHats menjadi Trending Topik Indonesia (TTI) isi tagar tersebut, dibuat lelucon oleh netizen.

“Sehari ngetawain Fitsa Hats cukuplah lumayan hiburan. Fokus tetap #TahunBaruGubernurBaru ☝️,” tulis akun milik pengarang dan juga pembuat skenario film pendek dan sinetron, Zara Zettira melalui akunnya @Zara_ZettiraZR.

Terdakwa koq membocorkan BAP saksi? Lalu nuduh “malu” via media, dan mem-bully via buzzer? #BasukiKeselekFitsaHats,” tulis akun milik @agusset1lawan.

Karena ulah terdakwa dalam konpres pasca sidang, pendukungnya mendapat bahan untuk membully saksi sidang #BasukiKeselekFitsaHats,” posting @floritalistyani.

Akibatnya Novel yang merasa difitnah oleh Ahok berencana akan melaporkan soal fitnah Ahok yang mengatakan dirinya malu untuk mengakui jika pernah bekerja di Pizza Huts.

Menurut Novel Bamukmin, penyidik yang mengetik sudah hampir memasuki masa pensiun, dan Novel sudah mengecek, dan meminta agar diganti menjadi Pizza Huts, namun Novel tidak tahu jika hal itu justru tidak dilakukan oleh penyidik.

Dan masih banyak lagi, bahkan hastag tersebut, dilanjutkan dengan hastag #BisanyaCumaFitnah, sempat menyentuh nomor satu dalam TTI.

Yang ngetik BAP pihak kepolisian dan banyak typonya yang di bully malah habib novel..kocak luh ahokers..buahaha 🙈#BisanyaCumaFitnah” tulis @ipliman.


Pihak Kepolisian sendiri melalui Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul, jika penulisan fritsa hats sudah melalui aturan yang berlaku. Dimana sebelum ditetapkan, Novel sudah diberikan kesempatan untuk membaca dan meneliti sebelum di tandatangani.

Dan menurut Penyidik jika Novel sudah menerima persoalan penulisan, fitsa hats, dengan bukti mau menandatangani BAP, yang artinya Novel menyetujui isi yang sudah diketik oleh penyidik Novel, ketika diambil keterangannya.

Sementara itu, dari penelusuran pembawaberita.com BAP saksi Novel yang bisa dimiliki oleh Ahok ini, ternyata memiliki beberapa kesalahan pengetikan dan bukan hanya fitsa hats.

Berikut beberapa kata yang salah ketik oleh penyidik, pada Riwayat Pendidikan dan Pekerjaan Novel Bakmumin. Kata yang kami miringkan adalah kesalahan ketik oleh penyidik.

Riwayat Pendidikan ;

e. Akademi Dakwah atahiriah (seharusnya Attahiriyah-red) kampung melayu jakrt (Jakarta) timur.

g. S2 Dakwah Asaviiyah (As Syafi’iyah) Jln Jati Waringin Pondok Gede Jakarta Timur, belum lulus.

Kemudian pada riwayat pekerjaan pada poin ;

a. Tahun 1992 sampai tahun 1995 bekerja di Fitsa Hats. (Pizza Huts)

b. 1995 hingga 2006, bekerja di PT. Multi Laras Harapan Abadi yang berusaha di bidang/pengiriman barang baik import maupun ekport (Eksport).

(pb)

(Visited 63 times, 1 visits today)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *