Target Pemerintah : 2019 Ada 10 Juta Wisatawan China ke Indonesia


raja-ampatPresiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Tujuan utama kunjungan tersebut untuk menghadiri acara G-20.

Selain itu, ada agenda lainnya yang dilakukan Presiden Jokowi di RTT, salah satunya bertemu dengan Presiden RRT Xi Jinping. Salah satu agendanya menyampaikan mengenai kerja sama dengan RRT dalam hal pariwisata.

“Saya titip seluruh warga yang di sini ikut mempromosikan Indonesia itu adalah negara yang patut dikunjungi,” kata Jokowi dikutip dari laman Setkab RI.

Jokowi menuturkan, dalam kurun satu tahun negara tetangga, Malaysia bisa dikunjungi 24 juta wisatawan dan Thailand dikunjungi 28 juta wisatawan, sementara Indonesia tahun lalu hanya dikunjungi 9,8 juta wisatawan. Padahal menurut Jokowi, Indonesia memiliki banyak sekali tempat-tempat yang indah.

Jokowi menargetkan pada 2019, jumlah wisatawan harus sudah di atas 20 juta. Kata dia, pemerintah sudah menandatangani perjanjian dengan Presiden RRT Xi Jinping tahun lalu, khusus dari RRT targetnya 10 juta turis, dan sekarang sudah kelihatan.

“Sekarang Manado itu mulai bulan lalu peningkatan turisnya 1.000 persen. Karena ada direct flight dari empat provinsi di sini menuju Manado,” ucapnya.


Pemerintah sudah menentukan 10 tempat destinasi wisata baru selain Bali, diantaranya Danau Toba, Morotai, Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur yang akan terus dikemas baik. Kata dia, fokusnya tidak perlu banyak-banyak tapi cukup di 10 destinasi itu saja. Pemasarannya akan diperbaiki, masyarakat dipersiapkan, infrastruktur dipersiapkan, dan yang terakhir promosinya akan digencarkan.

“Kemarin kita ketemu Jack Ma (Alibaba), Saya titip di Alibaba promosi tentang Indonesia diperkuat sehingga saya bisa mendapatkan 10 juta khusus dari sini untuk turis betul-betul bisa kita capai,” ucap dia.

Presiden juga meminta orang Indonesia yang berkarier di RRT atau diaspora bisa berkontribusi dan ikut berpartisipasi dalam pembanguan negara dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk penelitian maupun dalam bentuk bisnis.

“Bisnis tidak perlu yang besar, (bisa) bisnis menengah maupun bisnis yang kecil,” ujarnya. [oto]

(Visited 27 times, 1 visits today)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *