Setelah Dapatkan Sukhoi Su-35, China Diprediksi Makin Kuat. Negara Barat dan Jepang Cemas


Media Rusia mengabarkan bahwa China telah mendapatkan jet tempur flamboyan Sukhoi Su-35. Disebutkan, pesawat angkut Ilyushin Il-76 berangkat dari Komsomolsk-na-Amure menuju Pangkalan Udara Cangzhou-Cangxian di Provinsi Hebei, Tiongkok Utara, untuk merakit Su-35.

Pada 25 Desember, pesawat Il-76 mendarat di Pangkalan Udara Suixi di Provinsi Guangdong. Ini adalah pangkalan udara Tiongkok yang terdekat dengan Laut Tiongkok Selatan.

Uji Penerbangan dan Pusat Pelatihan (FTTC) Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF), lembaga yang bertanggung jawab untuk mengembangkan taktik tempur, program pelatihan, dan prosedur terbang untuk pesawat baru, terletak di Cangzhou-Cangxian.

Meskipun terdapat foto buram yang menunjukkan Su-35 telah tersebar di media sosial Tiongkok, belum diketahui apakah Ilyushin membawa pesawat PLAAF atau hanya membawa suku cadang dan layanan peralatan untuk jet tempur itu.

Setelah lima tahun perundingan, Beijing akhirnya menandatangani kontrak senilai dua miliar dolar AS dengan Moskow pada November 2015 untuk pengiriman 24 Su-35. Menurut Andreas Rupprecht yang telah menulis tiga buku mengenai industri dan penerbangan Tiongkok, ketertarikan Beijing terhadap jet tempur ini berakar dari keinginan untuk mendapatkan teknologi Rusia.

Rupprecht mengatakan kepada Defense News bahwa Tiongkok sangat tertarik dengan mesin turbofan pembakar lanjut (afterburner) Saturn AL-41F1S (117) yang membantu memberikan Su-35 kemampuan dorong yang terarah.


Selama beberapa tahun, Beijing telah berusaha mengembangkan berbagai jet tempur. Namun, berbagai masalah teknis telah menjadi halangan. Mesin Saturn AL-31 milik Rusia masih mendukung mesin tunggal Chengdu J-10 Tiongkok, pesawat kapal induk Shenyang J-15, dan pesawat tempur Chengdu J-20.

Ketika pertama kali diumumkan bahwa Rusia akan mengirimkan pesawat tempur generasi keempat, Letjen (Purn.) Evgeny Buzhinsky, dari PIR Center, mengatakan ia tidak peduli dengan rekayasa balik. “Mereka tidak bisa memproduksi mesin. Kami sepakat untuk memasok mesin untuk Su-35, tapi untungnya, rekan teknis saya mengatakan, secara praktis tidak mungkin untuk menyalin mesin karena tidak mungkin mereka bisa mencapai jantung mesin tanpa menghancurkan seluruh komponen,” kata Buzhinsky kepada Diplomat.

Rupprecht menunjukkan bahwa jika jet PLAAF didasarkan pada Suixi, sangat mungkin bahwa Su-35 bisa “bertindak sebagai pendamping tempur jarak jauh untuk pesawat pengebom H-6K (PLAAF) di sekitar Laut Tiongkok Selatan atau bahkan menghadapi Jepang

Pesawat tempur dengan mesin kembar Rusia ini bisa lebih tepat untuk patroli tempur udara dan misi pengeboman pendamping di atas Laut Tiongkok Selatan dengan pengisian bahan bakar dalam penerbangan dari sekelompok pesawat buatan Soviet Ilyushin Il-78 yang Tiongkok peroleh dari Ukraina.

Hal ini akan membuat jet lebih dinamis daripada Shenyang J-11B milik AL PLA yang sedang digunakan saat ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!