Gara-gara ‘Kentuti’ Perawat, Napi dan Sipir di Lapas Kerobokan Rusuh


gara-gara-kentuti-perawat-napi-dan-sipir-di-lapas-kerobokan-ributKeributan kembali terjadi di lapas Kerobokan, Denpasar, Bali. Keributan perkelahian terjadi antara narapidana dan sipir di dalam lapas.

Dilansir dari merdeka.com, kericuhan terjadi kali ini dipicu oleh seorang napi yang dipukuli Petugas Lapas lantaran membuang gas (kentut).

Infonya, bermula saat seorang petugas medis Lapas yang bernama Kakek Isma Susanti mendatangi Blok Candidasa, Sabtu (23/4). Dengan didampingi sipir, petugas medis ini datang untuk melakukan tindakan perawatan medis terhadap seorang Napi yang sedang sakit.

Namun, saat petugas medis ini memberi perawatan terhadap Napi yang diketahui bernama Edy tersebut, tiba-tiba ada salah satu orang Napi yang ada dalam Sel itu membuang gas ‘kentut’ dengan suara yang cukup keras. Sontak, kejadian ini pun dijadikan bahan tertawaan bagi Napi lainnya.

Diduga karena tersinggung dengan kelakuan Napi yang kentut itu, petugas medis tersebut langsung keluar dari ruangan sel tahanan sembari menangis dan memberitahu kondisi Napi yang sakit sekaligus melapor kejadian Napi yang buang gas tersebut ke petugas Lapas.

“Setelah mendapat laporan dari perawat tersebut petugas Lapas kemudian mengevakuasi Napi yang sakit ke RSUP Sanglah,” ungkap salah sumber di lapangan yang enggan namanya disebutkan, Sabtu (23/4).


Lalu, setiba dari RSUP Sanglah, para petugas Lapas ini kembali ke Blok C untuk mencari pelaku yang membuang gas tersebut. Setelah diketahui, Napi yang kentut ini pun ditarik keluar dari sel lalu dipukuli oleh seorang petugas Lapas.

Melihat sikap arogan dari petugas Lapas ini, para Napi lain pun langsung terprovokasi dan mengejar petugas Lapas tersebut dengan mengunakan balok.

“Beruntung kejadian ini cepat teratasi setelah para petugas Lapas lainnya langsung meredam kemarahan para Napi. Seorang petugas Lapas yang dikejar pun selamat dari amukan para Napi,” pungkasnya.

Sementara itu Kalapas Kerobokan, Slamet Prihantara yang dihubungi berulang kali terkait hal tersebut, enggan untuk mengangkat telepon.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!