Dugaan Manipulasi Rekap Pilkada DKI, Guru Besar UI: Kita Doakan Matanya Lamur Permanen


Pernyataan keras dilontarkan guru besar ilmu politik Universitas Indonesia (UI) Nazaruddin Sjamsudin menyikapi dugaan manipulasi rekap C1 di Pilkada DKI.

“Yang ngetik, matanya sudah lamur kali ya. Kalo gak diperbaiki, kita doakan agar matanya lamur permanen,” tegas Nazaruddin di akun Twitter [email protected] merespon pernyataan akun [email protected]

Sebelumnya, @ronavioleta menyoal perbedaan data form C1 dengan rekapannya di salah satu TPS, yang fotonya viral di sosial media. “Astaghfirullah…mata saya ga salah lihat? Paslon 2 dapat 61 suara, kenapa bisa jadi 261 suara di rekapan nya? @kpu_dki @BawasluDKIJakarta,” tegas @ronavioleta.

Sejumlah media sempat memberitakan keanehan data rekapitulasi perolehan suara Pilkada DKI. Salah satunya di TPS 2 Kelurahan Setiabudi Jakarta Selatan. Jumlah suara pasangan nomor 2, antara data pada form C1 dengan rekapitulasi di Web KPU berbeda jauh.

Pada data form C1 bahwa pasangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Syaifullah Yusuf tertulis hanya mendapatkan 82 suara, sedangkan pada data rekapitulasi mendapatkan 363 suara. Ada penambahan suara sebanyak 281 suara atau sekitar 342%.


Selain itu pada pasangan nomor urut 1 Agus-Sylvi juga berbeda nilainya, pada form C1 memperoleh 24 suara, sedangkan pada data rekapitulasi web KPU memperoleh 13 suara.

Begitu juga pasangan nomor urut 3 Anies-Sandi, pada form C1 memperoleh 54 suara, sedangkan pada data rekapitulasi web KPU memperoleh 61 suara.

Seperti ditulis suaranews (16/02), semua telah saksi sepakat bahwa untuk TPS 2 Setiabudi yang benar data di form C1, sedangkan data rekapitulasi di web KPU salah.(int)

(Visited 29 times, 1 visits today)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *