Begini Tanggapan Habib Rizieq Terkait “Ancaman” Luhut Panjaitan


gnpf-mui-ist-1-595x279Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menanggapi pernyataan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan di acara Jakarta Foreign Correspondents Club (16/12/2016).

Penasehat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ini menegaskan bahwa pernyataan Luhut menjadi bukti mantan Menkopolhukam itu membela Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena kesamaan agamanya.

“Luhut tetap membela ngotot membela dan melindungi Ahok karena “kr****n”nya walau Ahok sudah menista Al Quran,” tegas Habib Rizieq di laman resminya.

Kata Habib Rizieq, Luhut gagal paham sehingga tidak mengerti bahwa peserta Aksi Bela Islam III 212 bukan melawan Ahok karena agamanya, tetapi karena Ahok menista Al Qur’an.

“Bahwa Aksi 212 bukan mau melawan Pemerintah, tapi menuntut Pemerintah tegakkan hukum terhadap penista agama,” ungkap Habib Rizieq.

Habib Rizieq menegaskan, Luhut salah alamat mengancam Imam Besar FPI yang bela Al-Qur’an, seharusnya tegakkan hukum dan tahan Ahok karena menista Al-Qur’an.


Baca juga : Khawatir Politik ‘Chinaisasi’, Sri Bintang Pamungkas : Kembali ke UUD 45, Cabut Mandat Jokowi-JK, Bentuk Pemerintah Baru

Tak hanya itu, Habib Rizieq menilai Presiden Joko Widodo gagal paham karena memiliki pembantu seorang Luhut. “Karena memiliki pembantu yang juga gagal paham,” pungkas Habib Rizieq.

Pada acara Jakarta Foreign Correspondents Club, Luhut Panjaitan mengatakan Aksi Bela Islam yang dilakukan oleh ulama dan jutaan ummat dimotori oleh kelompok radikal.

“Pemerintah tidak kalah dalam perjuangan melawan radikalisme meskipun kelompok-kelompok Islamis garis keras menarik ratusan ribu orang untuk melakukan protes melawan Gubernur Jakarta yang beragama Kri***n,” kata Luhut seperti dirilis Voice of America (16/12/2016) (int)

(Visited 96 times, 1 visits today)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *